Cilegon,- Dalam rangka Studi Banding Mata Kuliah Pengelolaan Resiko Usaha, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaksi) Universitas Al-Khairiyah (UNIVAL) yang baru saja dilantik pada Bulan September 2025 lalu melaksanakan program pengembangan kapasitas mahasiswa akutansi dengan mengadakan Studi Banding HIMAKSI Unival Al-khairiyah Cilegon Ke PT Multi Group. Bekerja sama dengan Laura Irawati, S.Sos, CH, MM sebagai dosen pengampu Mata Kuliah Pengelolaan Resiko Usaha yang juga menjabat sebagai Direktur PT Piwku Inkubator Bisnis, Himaksi melakukan studi banding implementasi PT Multi Group yang dipimpin oleh Dede Rohana, SE, MSi, Alumnus STIE Alkhairiyah yang saat itu menjabat juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Banten dan memegang jabatan sebagai ketua di beberapa organisasi profesi, politik dan olahraga pada Kamis, 4 Desember 2025 bertempat di Aula DRP Kota Cilegon.
“Saya bangga dengan mahasiswa karena tidak hanya antusias mengikuti pelajaran di kelas tapi juga saat saya tawarkan kepada mahasiswa untuk studi banding ternyata langsung semangat dan memilih Bapak Dede Rohana sebagai tokoh pengusaha untuk dijadikan sebagai motivator dan inspirasi yang ada, yang alhamdulilah kami sangat berterima kasih ditengah kesibukan beliau yang luar biasa dapat meluangkan waktunya untuk mahasiswa. Sebagai dosen, saya juga mengapresiasi Himaksi yang mampu menunjukkan komitmennya sebagai organisasi yang mampu menjadi wadah pengembangan potensi akademik dan karakter, khususnya dalam disiplin ilmu akuntansi,” kata Laura.
Sementara itu Dalam paparannya, Dede Rohana menyampaikan tentang berbagai pengelolaan resiko usaha yang dilakukan Multi Group, Dimana pengelolaan resiko yang ada bukan hanya untuk mempertahankan pendapatan tetapi juga bagaimana agar bisnis yang dilakukan di berbagai perusahaan yang ada di bawah Multi Group dapat terus berkembang.
“Awal usaha yang saya jalankan adalah usaha sederhana pengadaan ATK lalu berkembang angkutannya, lalu berkembang lagi dari tahun ke tahun berbagai lini usaha seiring dengan kebutuhan pasar dan kesempatan yang ada sesuai dengan jaringan usaha dan SDM yang kami miliki, “ kata Dede sambil mengatakan pentingnya memiliki tim kerja yang handal dan dapat dipercaya untuk menentukan keberhasilan bisnis yang dijalankan di lapangan. “Saya pernah akhirnya memutuskan menjual salah satu Perusahaan saya karena terus merugi dan ternyata setelah kami melakukan audit salah satu penyebab adanya direktur kami yang tidak Amanah sehingga menimbulkan kerugian sampai milyaran rupiah,” katanya.
saat menghubungkan kebijakan yang dilakukan dalam penerapan Analisa Resiko Operasional yang dengan tegas dilakukan dengan sumber daya yang ada.
Masih dalam studi banding teori yang dipelajari dalam Mata Kuliah Pengelolaan Resiko Usaha, Dede menyampaikan bahwa Resiko Pengelolaan yang paling mempengaruhi kebijakan yang dilakukannya bersama tim adalah Analisa keuangan yang dilakukan terutama dalam pengembangan investasi yang ada di PT Multi Group.
“Dulu saat awal saya memulai usaha, tidak besar investasi yang dibutuhkan, jadi sering saya langsung oke jalankan. Tapi seiring waktu saya semakin dapat menilai mana bisnis yang memiliki prospek bagus kedepannya. Dan proses menganalisa resiko investasi itu sangat mahal, bukan hanya mahal dalam arti pembelajarannya namun juga dalam arti nilai uang yang dibutuhkan. Saya pernah rugi saat melakukan sebuah bisnis yang nilainya hamper 3 Milyar, senilai satu kursi di DPRD kota lah, “ katanya sambil bercanda di depan mahasiswa.
Ibu Erlina Pohan, SE, MM, Kaprodi Jurusan Akutansi FEB Unival sangat mengapresiasi kegiatan yang ada. “Kami sangat berharap melalui kegiatan studi banding pengelolaan risiko usaha dapat memberikan kesempatan mahasiswa belajar langsung dari praktik yang diterapkan oleh PT Multi Group sebagai salah satu perusahaan mitra FEB Unival.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kerjasama antara dunia akademik dan dunia industri, tetapi juga membuka wawasan baru mengenai penilaian dan analisis risiko, tata kelola usaha yang berkelanjutan, serta inovasi dalam menghadapi dinamika bisnis modern. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana transfer pengetahuan, peningkatan kompetensi, dan penguatan kerjasama yang memberikan manfaat nyata bagi institusi, perusahaan, serta pembangunan kualitas sumber daya manusia di masa depan, “ katanya bangga dengan gerakan Himaksi meski baru saja dikukuhkan sebagai pengurus langsung tancap gas dengan program kerjanya.

Dalam momentum studi banding Bertajuk “Himaksi Goes To Multi Group” ini ternyata mahasiswa tidak hanya bersemangat dalam melakukan studi banding tetapi juga kaingintahuan yang besar untuk dapat mengikuti kesuksesan Dede Rohana. Salah satu Mahasiswa, Siti Rahayu, saat menanyakan Langkah yang harus dilakukan untuk bisa sukses dalam usaha bimbel yang dijalankannya. Dan Dede Rohana langsung menganalisa dan memberikan trik-trik saat tahu ternyata usaha yang dijalankan hanya kadang-kadang jika ada permintaan saja.
“Nah, ini yang sering menjadi kendala sebuah usaha bisa berkembang dengan baik. Konsistensti itu penting, jangan hanya menjadikan usaha kita ada jika dibutuhkan saja, Bisnis kadang-kadang itu kan karena kita membatasi diri kita, ah cukup seadanya, ah cukup kalau dibutuhkan. Semua bisa dijadikan bisnis jika kita memiliki niat untuk menjadi besar, yang penting konsisten dan jangan membatasi diri kita bahwa usaha yang kita jalankan tidak akan menjadi besar,” katanya sambil mencontohkan edupreneur Pesantren Nurul Fikri sebagai usaha kecil yang sekarang sudah menjadi besar.Di akhir acara, Dede Rohana memberikan kenang-kenangan Buku Autobigrafinya yang berjudul “Hidup Penuh Warna” . Nasuhah, Ketua Himaksi sangat berterima kasih atas buku yang diberikan dan inspirasi yang sangat menumbuhkan semangat yang ada.
“Alhamdulillah mewakili rekan-rekan mahasiswa saya sangat senang dan berterima kasih bisa berkesempatan bertemu dengan Bapak Dede Rohana dan sangat terinspirasi dengan pengalaman beliau karena bisa memotivasi mahasiswa akuntansi khusus nya generasi genz yang masih mencari arah seperti kami, seperti kata beliau, seorang pengusaha mental nya harus kuat dan siap walaupun kita jatuh berkali-kali tapi harus bangkit dan terus berusaha.” Katanya.











