08973944500

[email protected]

Today :

SINERGI PERGURUAN TINGGI AL-KHAIRIYAH DAN KEMENDES PDT RI PERKUAT TRI DHARMA MELALUI PROGRAM DESA BINAAN

LPPM Unival

Apr. 15, 2026

Perguruan Tinggi Al-Khairiyah (UNIVAL & STIT AK) terus memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan nasional melalui sinergi kelembagaan bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemendes PDT RI ini menjadi tindak lanjut konkret dari kerja sama yang telah terjalin, dengan fokus pada penguatan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dan pengembangan program desa binaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pimpinan akademik, di antaranya Dr. Agustomi Masik, M.Dev.Plg. selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Dr. Dicky Yosepial, S. STP., M.Si selaku Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Desa dan Daerah Tertinggal. Turut hadir pula Muhammad Ihsan, M.Si Wakil Rektor, Rizmi Samsul Rizal,S.Kom., MM Direktur LPPM UNIVAL dan Nurdin, M.Pd Sekretaris Lembaga STIT AK.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi ini diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan desa dan daerah tertinggal melalui pendekatan akademik yang aplikatif dan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah pengembangan program desa binaan sebagai model kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah. Program ini dirancang sebagai laboratorium sosial bagi mahasiswa dan dosen dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di masyarakat. Melalui desa binaan, berbagai kegiatan akan dilaksanakan, antara lain:

• Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa berbasis kompetensi,
• Pendampingan penyusunan perencanaan pembangunan desa,
• Riset terapan terkait potensi lokal dan pengembangan ekonomi desa,
• Program pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi dan teknologi tepat guna.

Rizmi menyampaikan bahwa program desa binaan menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan berbasis masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa Tridarma tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Ihsan menambahkan bahwa kolaborasi ini juga akan memperkuat kualitas pendidikan melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di mana mahasiswa terlibat langsung dalam dinamika pembangunan desa.

Pihak Kemendes PDT RI, Agustomi Masik menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi agen perubahan di desa, kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari implementasi berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan desa binaan sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara Perguruan Tinggi Al-Khairiyah dan Kemendes PDT RI menjadi wujud nyata kontribusi dunia akademik dalam mendukung terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.

Artikel Terkait