Jakarta, alkhairiyah.or.id – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Rapat Persiapan Sidang Isbat Tahun 2026 pada Selasa, 11 Februari 2026, di ruang rapat lantai dua Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta. Rapat ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan penetapan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1447 H/2026 M agar berjalan transparan, akuntabel, serta menenangkan umat.
Rapat persiapan tersebut dihadiri oleh perwakilan berbagai lembaga dan organisasi keagamaan. Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah turut berpartisipasi dengan mengutus Wakil Ketua Lembaga Falakiyah Al-Khairiyah, Muhammad Riyan, M.H, sebagai delegasi dalam forum tersebut.
Muhammad Riyan menilai rapat persiapan ini penting untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan menjelang Sidang Isbat. Menurutnya, kesiapan teknis dan kesamaan pemahaman menjadi kunci agar keputusan yang dihasilkan dapat diterima secara luas oleh masyarakat.
“Rapat persiapan ini sangat penting untuk memastikan seluruh proses Sidang Isbat berjalan dengan matang, terbuka, dan berbasis data ilmiah, sehingga keputusan yang dihasilkan dapat menenangkan umat,” ujar Muhammad Riyan.

Dalam rapat tersebut, peserta membahas berbagai aspek teknis, mulai dari kesiapan tim rukyat hilal di daerah, pemaparan metode hisab, hingga mekanisme pengambilan keputusan yang melibatkan unsur pemerintah, ormas Islam, dan pakar astronomi. Kementerian Agama menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga guna menjaga kredibilitas penetapan awal bulan Hijriah.
Muhammad Riyan juga menegaskan komitmen PB Al-Khairiyah dalam mendukung peran Kementerian Agama sebagai otoritas resmi penetapan kalender keagamaan nasional.
“PB Al-Khairiyah melalui Lembaga Falakiyah siap berkontribusi aktif, baik dari sisi keilmuan falak maupun penguatan edukasi kepada masyarakat, agar hasil Sidang Isbat dapat dipahami dan diterima secara luas,” katanya.
Rapat persiapan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan teknis dan kelembagaan Sidang Isbat 2026, sehingga penetapan awal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha dapat menjadi pedoman yang jelas serta memberikan kepastian bagi umat Islam di Indonesia.






